Showing posts with label Asmara. Show all posts
Showing posts with label Asmara. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

Tarian Pena

haiii Aku merindukanmu
merindukan tarianmu
:) :) :) maukan kau menari kembali bersamaku?
jujur! rindu itu terus bergelayut
tetapi bukan rindu kepadanya yang terlalu semu

baikalah! kuhabiskan rindukku padamu dulu
rinduku padamu dan rindumu kepadaku :)

hampir 2 tahun aku meninggalkanmu..... pena kecilku
sungguh! banyak  cerita yang ingin ku bagi
 "tentang hatiku yang baru" 
tetapi, aku belum memberikan nama yang tepat untuk sosok itu
ah! itu nanti
bukankah kita masih saling melepas rindu :)
  

~Rinai Hujan, 11 November 2015~




Saturday, 13 July 2013

Tentang Rindu

Tarian Pena

Masih tentang rindu, Rindu kamu yang selalu meyeka laraku, bergelayut riang di ruang imajinasiku, menyodorkan sunggingan tipis tapi manis menurutku kala duka bersemayam disana, mengusir risauku, serta terkadang malu-malu hadir untuk menemani mimpiku, :) rindu kamu, sosok yang di tulis dilauhil mahfiz untukku,, wallahu 'alam... ahh aku tak taku...(''' _*)

Tiga Belas Juni Dua Ribu Tiga Belas

" kali ini Terik membungkus raja siang, meganya putih suci, raja siang trus berjalan lahan tapi pasti ... hamparan transparan itu menjadi kapas di muramnya senja, yah senja sore ini memberikan rasa lain, rasa rindu kamu :)

... mungkin itu hanya perasaan hatiku saja, yang selalu menggangap dunia selalu mengerti dengan hati..ahhh terlalu .

.............
(**____**)

"Putri,hari ini jakarta gerimis.cepat sekali berubah,kayak hati. semoga saling mengerti, mau saling mengalah, saling menghargai,saling menjaga dan komunikasi yang baik serta yang paling penting pemahaman agama yang baik, menyertai rasa sayang, biar abadi sayangnya, ga kayak cuaca" -Tereliye, Rembulan tenggelam di Wajahmu-

Malam, bersama hembusan lirih ini membawa memoriku kembali kemasa lalu, memori Kau dan aku... didepan layar datar ini aku mengingatmu... ditemani instrumen petikan gitar klasik cukup membuat suasana menyatu untuk menuliskan Kamu...ku tuliskan lagi dan lagi tentang rindu,buat kamu , buat masa2 indah bersamamu, rayuan-rayuan, canda tawa, suka duka, ahhh sebenarnya aku malu menuliskan tentangmu... tapiii ini tentang hati, tentang rasa... Aku selalu merindukanmu

Bunga Akhir abad (aku menamainya) darimu masih kujaga, kemarin, sekarang, dan selamanya...
"Allah Maha Tahu yang Terbaik"
Amiiiiinnnn
dan ini sah saja, 
5 Ramadhan 1343 H/ 2013 M
Aku Rindu kamu (*****)~
eaaaaaa#tutu muka, Maluuuu

Tuesday, 4 June 2013

Senandung Rona Jingga


Ini awal detak Senja bertemu rona jingga. pertemuan tidak sengaja di ruang kelas berukuran 4x6 m. sosoknya yang hanya duduk kaku dusudut ruang membuat Senja memberanikan diri untuk mendekatinya. banyak gurat keputus assan disana. Ia siswa berprestasi di sekolah unggul, selalu menjadi juara umum, menjadi TNI-AD adalah cita-cita terbesarnya, ia lulus! kekecewaanya ketika orang tuanya tidak mengizinkan ia berangkat ke Bandung untuk mengikuti pendidikan CABA. dengan terpaksa ia terima panggilan untuk melanjutkan pendidikan di universitas ternama dengan jurusan ilmu tehnologi dan informasi. Di kelas ini. 

Kelopak senja mengerling teduh pada rona jingga (ada aku?). 3 tahun lamanya  mereka lalui bersama. dengan seiring waktu, rona jingga bak Kapten Bhirawa bagi Senja. Ia mampu memberikan kekuatan dan kemampuan yang dahsyat pada hati senja. meski rona jingga tak mengetahui itu semua. " Saya mau berhenti kuliah,  besok saya mau berangkat ke Istana Jakarta " diam-diam ia mengikuti akademik konstrad. dan ia LULUS! Surabaya 9 mei 1991.

nyanyian hujan senja itu menguak memorinya kembali, memori jingga 6 tahun silam. Tanganya gemetar menggenggam erat sepucuk surat cinta (Senja menyebutnya), ya sepucuk surat yang baru saja diterimanya. berlahan ia buka, tiba-tiba ada sesuatu yang menghimpit hatinya, sesak, kelopaknya perih, dan mutiara bening itu tumpah " Alhamdulillah saya lulus menjadi pasukan PBB, lusa saya akan berangkat ke Libanon. Bulanku, pungguk akan tetap menjaganya sampai waktu memintanya dan mengatakan sudah waktunya. dan rona jingga itu akan tetap membias demi menanti bulan yang takkan pernah hilang dan terganti keindahanya" isak Senja pecah melepas rona jingga " sahabat hatinya".
.
 Senandung Cinta



Tuesday, 23 April 2013

Aku Dan Edelweiss

I Adore You

"Katanya mau lihat Edelweiss, " tanyamu, beberapa waktu lalu "Bagian mana dari edelweiss yang kamu rindukan? Tambahmu....
"Bagian kamu yang menggenggam tanganku, berlari bersamaku diantara hamparan edelweiss, bersama menyibak kabut gunung, lalu kamu bisikkan sebait kata "putih dan mendamaikan , bukan ?" Candaku
Suara tawanya pecah...

" Edelweiss...? apa yang bisa tergambar dari sosokmu  ...?"  bersama dengan lengkungan manis itu
" He, Aku hanya edelweiss di tepi jurang..jangan meraihku tanpa keyakinan...dan jangan mencintaiku untuk berharap banyak dariku..." :)
" itu saja ? bagaimana dengan Keabadian itu " Rasa Penasaranmu bertambah
"Ah, Keabadian...! Aku hanya edelweiss di tepi jurang, kering di celah kerapuhan..Keabadianku? adalah kelemahan terbesarku.....Kataku ragu

"Benarkah ? bukankah kamu sangat memegang filosofi itu...bagaimana dengan cinta abadimu? " tambahmu lagi
" Cinta Abadi? peduli apa kamu dengan cinta abadiku... Mungkin, hingga nanti kau rasa bosan...aku akan tetap menjadi edelweiss di tepi jurang, karena aku selalu bersembunyi di jurang-jurang kesepianku ?" Sahutku, mengusir rasa keingintahuanmu
"Bagaimana aku bisa meraihmu ? "
" Raih aku dengan keyakinanmu, hingga kau mampu mencintaiku, tanpa berharap banyak dari keabadianku, atau biarkan saja aku tetap abadi di jurang-jurang kesepianku," tambahku malu-malu
 " Bagaimana dengan aku? "
"Kamu? dan kamu tetap dipuncak pencarianmu...sendiri atau bersama yang lain." :) :)

"kenapa kamu sangat mengagumi edelweiss, "
" keabadiannya, kesederhanaanya , ketegaranya , bahkan tentang keberadaanya, tidak ada alasan lain untuk aku tidak mengaguminya" :) :) 

(CAndaku beserta gombalanku bersama teteh, Subang 2012 silam)....I miss u teteh


 

Thursday, 4 April 2013

Menyibak Bayang_mu (^.._* )


MEMBACA bayangmu
seseorang yang SERINGKALI, bahkan HAMPIR SELALU merajai imajinasiku
“..Malam Ini 03 April 2013.....”
Kuucapkan selamat malam? Sudah lama tidak melihatmu... ya lebih tepatnya dua hari yang lalu aku melihatmu. Tapi rindu itu selalu mengusikku, mengusik jemariku serta ingatanku untuk menuliskan kisah bayangmu. Malam ini Seutas kata rindu kuucapkan padamu, bayangan indah yang selalu menjadi inspirasiku, kamu tahu malam ini sangat indah, kerlingan bintang diatas sana mengisyaratkan pancaran kilau bayangmu, bemain kilau tanpa menghiraukan iri  setiap yang melihatnya, dan Bulan dengan MAHA kilau Terangnya menyapa hangat. Ada sesuatu yang tersibak dari rona cahayanya..ya itu bayangmu... gelap malam yang mengitarinya tak menggelapkan pandanganku untuk menyibak bayanganmu. Semua sangat indahh..indah sekali bila kuingat bayangmu...

Friday, 15 March 2013

Kelopak Mawar Terakhir By Inna


Menjadi dewasa, lulus kuliah, kerja dan menikah… begitu kira kira yang terjadi diatas bumi Allah ini, jika telah cukup dewasa dan punya penghasilan maka seorang pemuda harus mencari perempuan untuk dijadikan pasangan hidup, membangun rumah meski tanpa tangga, atau rumah tangga dan anak-anak yang lahir setelahnya sebagai akibat dari pernikahan itu, lalu cukupkah hanya dengan mencari perempuan untuk dinikahi atau masih ada hal lain yang harus dipikirian?


Sekedar menikah karena memang sudah waktunya menikah atau memang benar-benar ingin menikah, atau jika menggunakan kata kata guru mengaji saya “menikah itu menyempurnakan agama!” ehm… tapi bukan satu satu2nya cara menyempurnakan agama loh, jangan salah mengerti.


 Ada tambahan bahwa saya menyakini janji Allah bahwa perempuan yang baik untuk laki laki yang baik dan sebaliknya dan Allah tidak pernah salah dengan tertukar dan maha benar Allah dengan segala janji janjinya … Allah tidak pernah ingkar janji.


Saya jadi teringat dengan aktor Nicholas Saputra dalam film 3 doa 3 cinta,  waktu tiba-tiba disapa oleh guru mengajinya dan ditawari untuk menjadi suami dari gadis suci anak pak kyai, menjadi menantunya tepatnya dan jiwa saya langsung menerawang kepada lelaki tampan ini, iya Allah tidak pernah salah lihatlah lelaki tampan ini, shalatnya selalu di masjid dan bahkan sudah berada diatas sajadah ketika adzan memanggil, tatapannya lembut dan menunduk jika berhadapan dengan perempuan, satu lagi ia tidak pernah membalas salaman tangan atau bersentuhan dengan lawan jenis karena takut wudhunya batal, barangkali …

 Subhanallah, masih ada lelaki diatas bumi Allah yang begini indahnya, jadi wajarlah jika ia mendapatkan anak pak kyai yang juga tidak pernah keluar rumah demi menjaga kesuciannya.

Jujur, air mata saya berlinang ketika melihat adegan itu, dada saya sesak, badan saya bergetar karena melihat betapa Allah sedang menunjukan kuasanya, memperlihtakan kepada saya bahwa janjinya adalah benar dan mulut mungil saya tak henti bergumam bahwa Allah sedang menunjukan kebesarannya dan memenuhi janjiNYA bahwa yang baik untuk yang baik.

Allah tidak pernah tertukar, dan janjinya adalah PASTI. Lelaki itu adalah seorang pemuda yang menjadi idaman setiap perempuan, bahkan seribu kelopak mawar menunggu untuk menjadi yang terkakhir, Ya Allah ya Rahmaan ya Rahiim, ajari saya untuk senantiasa mensyukuri hal yang kecil dalam pandangan saya, selalu ada hikmah dibumi Allah.

Dan menjadi menjadi baiklah lebih dahulu baru berharap mendapat pasangan yang terbaik [shalat pada waktunya, jauhi pandangan dari yang menimbulkan maksiat, dan jaga wudhu] selebihnya Allah yang akan memilihkan dan jangan berbuat sebaliknya, tidak baik tapi berharap jodoh terbaik karena Allah tidak mungkin tertukar dan Allah tidak pernah ingkar janji.


 Irhamnna ya Allah dan beri saya kesempatan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik, wahai sang maha melindungi … lindungi saya dari batalnya wudhu saya, lindungi saya dari tangan setan yang hendak menjadikan saya setan bagi hambaMU yang lain dan lindungi saya dari pandangan yang tidak halal untuk saya, dan jadikan saya kelopak mawar terindah dimataMU wahai yang maha melihat ….

 Aamiin ya Allah… sungguh ENGKAU maha indah, sangat indah dan indah sekali dalam memberi saya pelajaran, memberi saya hikmah terindah dari setiap napas saya… indahnya ENGKAU wahai Allah, terima kasih atas pelajaran kali ini.

Saya ingin menjadi mawar yang terlupakan durinya karena harumnya, yang meski tertusuk duri saya akan dimaafkan karena indahnya kelopak saya. TOP deh kalo bisa! :))


*Tulisan ini bisa tertuang gara2 kemarin ada senior saya yg curhat tiga jam lebih via telpon pula :D *

BertaBuR BintAn9

Bintang Ungu