![]() |
I Adore You |
"Katanya mau lihat Edelweiss, " tanyamu, beberapa waktu lalu "Bagian mana dari edelweiss yang kamu rindukan? Tambahmu....
"Bagian kamu yang menggenggam tanganku, berlari bersamaku diantara hamparan edelweiss, bersama menyibak kabut gunung, lalu kamu bisikkan sebait kata "putih dan mendamaikan , bukan ?" Candaku
Suara tawanya pecah...
" Edelweiss...? apa yang bisa tergambar dari sosokmu ...?" bersama dengan lengkungan manis itu
" He, Aku hanya edelweiss di tepi jurang..jangan meraihku tanpa keyakinan...dan jangan mencintaiku untuk berharap banyak dariku..." :)
" itu saja ? bagaimana dengan Keabadian itu " Rasa Penasaranmu bertambah
"Ah, Keabadian...! Aku hanya edelweiss di tepi jurang, kering di celah kerapuhan..Keabadianku? adalah kelemahan terbesarku.....Kataku ragu
"Benarkah ? bukankah kamu sangat memegang filosofi itu...bagaimana dengan cinta abadimu? " tambahmu lagi
" Cinta Abadi? peduli apa kamu dengan cinta abadiku... Mungkin, hingga nanti kau rasa bosan...aku akan tetap menjadi edelweiss di tepi jurang, karena aku selalu bersembunyi di jurang-jurang kesepianku ?" Sahutku, mengusir rasa keingintahuanmu
"Bagaimana aku bisa meraihmu ? "
" Raih aku dengan keyakinanmu, hingga kau mampu mencintaiku, tanpa berharap banyak dari keabadianku, atau biarkan saja aku tetap abadi di jurang-jurang kesepianku," tambahku malu-malu
" Bagaimana dengan aku? "
"Kamu? dan kamu tetap dipuncak pencarianmu...sendiri atau bersama yang lain." :) :)
"kenapa kamu sangat mengagumi edelweiss, "
" keabadiannya, kesederhanaanya , ketegaranya , bahkan tentang keberadaanya, tidak ada alasan lain untuk aku tidak mengaguminya" :) :)
(CAndaku beserta gombalanku bersama teteh, Subang 2012 silam)....I miss u teteh
ciiiee... syahdu banget.. ada galau2nya dikit tapi bagus deh... dalem banget maknanya
ReplyDeleteBaginilahhh .... ada kepuasan tersendiri ketika galau jadi tulisan ka..wkwkwk
Deletemiss u too pristi..
ReplyDeleteraihlah terus impianmu untuk bisa memegang, mengecup bau bunga edelweis dilapisi kabut tipis yang menerpa wajahmu :)
Tetehhh,, bener ya kita ngecup bunga edelwiss bareng2,,, nanti Angelnya teteh yang ngepasinn..Jprettt :D
Deleteiyah suatu saat nanti yah :)
Deleteiyaa amiiiinnnnn....
DeleteYuk mbak gabung ke komunitas blogger jambi Jabloco Facebook: (https://www.facebook.com/groups/414368135303523 )
ReplyDeleteTwitter: @jablooco
Mariii mas broo...thanks udah mampir,,
Deletekalo penulis galau aja bs jd tulisan, ya :D
ReplyDeletegalau jadi karya makkk wkwkwkw
DeleteWaduh tambah galau nih baca cerita aku dan edelweiss..hihihi :D
ReplyDeleteYukkk galau bareng2... Berkarya dengan kegalaun...hedeww
DeleteJuastru kalo penulis lagi galau bagus tuh, pasti dia akan beranjak dari tempatnya untuk menulis kegalauan nya :)
ReplyDeletewkwkwkw, tapi jangan nunggu galau dulu baru bisa nulis...
Deletethanks udah mampir ka irfan :)
setelah baca ini, aku jadi ingat alun-alun surya kencana :)
ReplyDeletepadang edelweis, angin dan awan yang berarak... menguak memori
:) sweet memory, ya mba...
Deleteboleh nunggu postinganya " alun-alun surya kencana" :D
hai pristi,kalo kamu suka edelweis, aku suka amaryllis :)
ReplyDeletenice pristi...
hai mba putriii.... terima kasih sudah berkunjung
Deletesebenarnya kesukaan saya banyak mba (serakah)
tetapi filosofi edelweis yang paling saya suka...
mbaaa bunga Amaryliss keren abis, di Indo jarang kita temui
sumpah cantik banget (y)